JAKARTA, Bolapelangi.com - Karyawati yang menjadi korban pemerkosaan sopir angkot D-01 bernomor polisi B 1403VTX jurusan Ciputat-Kebayoran memohon kepada pelaku untuk tidak menyentuhnya. Perempuan berinisial NA itu bahkan meminta pelaku mengambil barang-barang berharganya saja.
"Pada saat pelaku mau melakukan pemerkosaan, korban sempat menawarkan ambil semua barang-barang, namun tidak diambil pelaku," kata Kepala Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2015).
NA, yang duduk di kursi samping sopir, sempat berusaha melawan dengan mencoba merebut kunci roda yang digunakan pelaku (DAS) untuk mengancamnya. Namun ia tidak berkutik karena DAS juga meraih pisau dari dashboard dan mengarahkannya ke perut NA. [Baca:
NA juga tidak bisa melarikan diri karena pintu penumpang terhalang ke tembok flyover. "Korban sudah berupaya keluar tapi tak bisa," ujar Wahyu. [Baca: Diancam Pakai Kunci Roda, Korban Perkosaan di Angkot Sempat Melawan]
Sebelumnya, NASP yang merupakan karyawati di wilayah Kebayoran Lama itu diperkosa oleh sopir angkot yang ditumpanginya. NASP hendak pulang ke rumahnya di kawasan Pasar Rebo. Kejadian pemerkosaan berlangsung Sabtu (20/6/2015) lewat tengah malam di sebuah taman di TB Simatupang. [Baca: Pulang Kerja, Karyawati Diperkosa Sopir Angkot di TB Simatupang]
Pelaku memanfaatkan situasi angkot yang kosong untuk menjalankan aksinya. Korban sempat melawan namun tak berhasil. Setelah memerkosa, pelaku menurunkan korban di lampu merah Condet, dan melarikan diri.
"Pada saat pelaku mau melakukan pemerkosaan, korban sempat menawarkan ambil semua barang-barang, namun tidak diambil pelaku," kata Kepala Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2015).
NA, yang duduk di kursi samping sopir, sempat berusaha melawan dengan mencoba merebut kunci roda yang digunakan pelaku (DAS) untuk mengancamnya. Namun ia tidak berkutik karena DAS juga meraih pisau dari dashboard dan mengarahkannya ke perut NA. [Baca:
NA juga tidak bisa melarikan diri karena pintu penumpang terhalang ke tembok flyover. "Korban sudah berupaya keluar tapi tak bisa," ujar Wahyu. [Baca: Diancam Pakai Kunci Roda, Korban Perkosaan di Angkot Sempat Melawan]
Sebelumnya, NASP yang merupakan karyawati di wilayah Kebayoran Lama itu diperkosa oleh sopir angkot yang ditumpanginya. NASP hendak pulang ke rumahnya di kawasan Pasar Rebo. Kejadian pemerkosaan berlangsung Sabtu (20/6/2015) lewat tengah malam di sebuah taman di TB Simatupang. [Baca: Pulang Kerja, Karyawati Diperkosa Sopir Angkot di TB Simatupang]
Pelaku memanfaatkan situasi angkot yang kosong untuk menjalankan aksinya. Korban sempat melawan namun tak berhasil. Setelah memerkosa, pelaku menurunkan korban di lampu merah Condet, dan melarikan diri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar